Sabtu, 19 November 2011

OLA (Oyster Liquid Accelerator)

OYSTER LIQUID ACCELERATOR (OLA)
 
Oleh : Kang Phip Apriatna
           PAYUNG TANI HAYATI (PATIH) SUBANG
              
    Pernahkah Anda sebagai grower jamur tiram (oyster) gembira saat pinhead atau bakal tubuh buah bermunculan? bagaimana kalau terjadi sebaliknya ??? baglog-baglog yang kita beli dengan harga mahal, atau kita buat dengan susah payah hanya menghasilkan warna putih tanpa buah.
     
     Pernahkah Anda sebagai grower jamur tiram (oyster) menghitung produktifitas baglog per seribu buah menghasilkan produksi sekian kg hingga masa berbuah berakhir. 200 kg, 300 kg, 400kg atau bahkan 500 kg, sulit kayaknya per 1000 baglog untuk dapat 600 kg jamur segar.

     Pernahkah Anda sebagai grower jamur tiram (oyster) berpikir ada seseorang atau beberapa orang yang juga pernah mengalami hal seperti yang (mungkin) Anda alami saat ini.

           Bermula dari masalah yang saya dan teman-teman alami, suatu saat saya temukan formula yang saya sebut Oyster Liquid Accelerator (OLA).
OLA dibuat dari bahan-bahan alami ramah lingkungan dan dijamin tidak akan menyebabkan gangguan pada jamur tiram maupun konsumen.
OLA ekonomis, hanya 0,..rupiah/log sekali semprot, jadi bukan masalah meskipun disemprotkan setiap hari.
OLA merupakan larutan bahan organik yang berfungsi untuk mengoptimalkan keluarnya tubuh buah hingga 100%, mempercepat pertumbuhan misellium pada saat inkubasi, mempercepat keluarnya tubuh buah berikut setelah jamur dipanen.
          Saat ini OLA dipergunakan oleh kawan-kawan grower jamur tiram di Subang, Cianjur, Sumedang, Bogor, Bekasi, dan Sukabumi. Bahkan ada yang mencoba membawa OLA sebagai oleh-oleh ke kab. Tapin Kalimantan Selatan.
          OLA bukan cairan sakti untuk meningkatkan produksi jamur tiram Anda, OLA adalah karya sederhana untuk mengoptimalkan jamur tiram Anda agar menghasilkan produksi sebagaimana seharusnya.
Kalau baglog Anda mau tinggi produktifitasnya, selain menggunakan bibit (F2) yang baik dan jelas asal-usul keturunannya, sebaiknya Anda mulai menyusun formula bahan baglog Anda dengan materi-materi yang punya nilai BE (biological efficiency) tinggi.

OLA bukan perangsang jamur tiram, tapi OLA lebih dari sekedar perangsang jamur tiram.
Mari kita kenal OLA lebih jauh, tapi sebelumnya kita mulai dulu dengan ini :


Biological Efficiency (BE/BER)
Efisiensi Biologis yang mungkin masih kita abaikan
Menurut semua penulis buku tentang jamur,  BE diartikan sebagai persentase jamur segar yang dihasilkan dalam proses produksi berbanding bobot kering bahan baku media jamur.

Sebagai contoh :
            Jika Bobot Baglog 1.000 g (1 kg) dengan formula dasar media serbuk gergaji (serbuk gergaji menurut satu sumber nilai BE-nya 48,5%) dan kadar air media 60 % diperkirakan bobot bahan keringnya sebelum ditambah air seberat 500 g. Produksi jamur segar yang dihasilkan per 1.000 g bobot baglog dapat diperkirakan sebagai berikut :
500g x 0,485 =  242,5 g.

       Jadi seharus jika formula media baglognya sama dengan contoh diatas, maka baglog yang berbobot 1,2 kg harus menghasilkan jamur segar rata-rata 291 kg/1.000 baglog. Baglog dengan bobot 1,5 kg seharusnya mampu menghasilkan jamur segar rata-rata 363,75 kg/1.000 baglog, dan jika bobot baglognya seberat 1,8 kg seharusnya rata-rata produksinya mencapai 436,5 kg jamur segar/1.000 baglog.

       BE ini ketetapan yang diakui dunia, kalau saya lebih suka menyebut BE ini takdir dari Sononya. Jadi sulit untuk berharap dari log jenis begini menghasilkan produksi yang hebat dengan keuntungan berlipat. Makanya banyak yang berharap produktifitas didongkrak dengan menggunakan dedak hingga 20%.

      Pemikiran ini benar, tapi bagaimana dengan harga dedak yang kian hari kian meningkat. Atau pernahkah kita merenung sejenak, bahwa serangan trichoderma (jamur hijau) yang sering bikin runyam bisa jadi karena tingginya persentase dedak dalam media. Sekedar informasi (maaf Pak pengarang buku) dari sebuah buku peternakan saya dapatkan informasi bahwa itik sering terganggu rutinitas bertelurnya karena diberi pakan dedak yang tidak disiram air panas, karena dalam dedak sering terkandung trichoderma yang mengganggu aktivitas bertelurnya itik tersebut.
      Jadi jika ternyata produktifitas baglog kurang dari patokan seharusnya, maka dapat dipastikan ada masalah yang menyebabkan produksi tidak optimal.           
            Sebagai pembanding Martines Carerra (meksiko) mampu menghasilkan jamur segar rata-rata 600kg - 700 kg /ton baglog dari bahan media limbah kopi (BE limbah kopi 125 - 172 %) sedangkan Prof. T.H.Quimio (Philipina) menghasilkan 300kg - 500 kg jamur segar/ton baglog dari bahan limbah jamur merang (BE jerami padi 84,5 %).              

Jadi....sudah optimalkah produksi jamur kita selama ini. ??
     Buah pertama (first flushes) pada log 1,2 kg

OLA sebagai accelerator dibuat dari bahan-bahan organik ramah lingkungan.
     Jamur tiram adalah salah satu jamur edibel (dapat dimakan) yang sudah sangat memasyarakat. Sebagai bahan konsumsi, jamur tentu saja harus aman untuk dikonsumsi. Setiap perlakuan kimiawi yang berlebihan atau membahayakan tentu patut dihindarkan meskipun secara langsung dapat melipatkan atau menambah keuntungan para grower jamur.
             OLA dibuat dan diformulasikan dari bahan-bahan organik standar pangan (food grade) sebab hampir seluruhnya berbasis bahan pangan untuk manusia. Fermentasi dilakukan dengan bakteri dan jamur yang bermanfaat bagi jamur tiram sekaligus aman bagi manusia.. Penggunaan OLA sebanyak apapun melebihi rekomendasi penggunaannya tidak akan merusak kualitas baglog atau jamur.
             OLA juga tidak meninggalkan residu berbahaya bagi kesehatan konsumen karena setiap bahan organik akan mudah tereduksi oleh alam. Tidak berbahaya bagi anak-anak dan hewan piaraan, atau juga  tidak berbahaya jika tanpa sengaja tertelan atau menempel pada makanan para pekerja.
Cara bijaksana dalam mengoptimalkan produksi tanpa membahayakan siapapun



OLA karya sederhana dalam kemasan sederhana
1 bungkus kemasan sachet 100 ml, untuk 1 tangki kapasitas 14 - 17 liter (penyiraman)
atau untuk dicampur 30 liter air (pembuatan media).
 Cara penggunaan yang sangat mudah dengan takaran yang tepat

  












OLA Untuk membantu mempercepat perkembangan miselium
Seperti tanaman secara umum tubuh buah jamur sebagai pohonnya, dan miselium sebagai akarnya. Salah satu perbedaannya yaitu  tubuh buah jamur muncul sebagai hasil perkawinan antara misellium.
           
            Jadi perkembangan miselium yang baik bukan hanya mempercepat keluarnya tubuh buah jamur, lebih dari itu kualitas jamur akan sangat bergantung pada baik tidaknya perkembangan miselium saat proses inkubasi berjalan.
           
            Perkembangan miselium secara optimal sangat berperan penting pada optimalnya produksi jamur. Terlambatnya perkembangan miselium menyebabkan terlambatnya produksi sekaligus memperlambat  pemasukan keuangan bagi grower.
                                                      OLA digunakan pada produksi bibit F1 botol dan F2 plastik (model tempe)

OLA optimalkan produksi baglog
Jika rata-rata produktifitas baglog per kg menghasilkan  300 g jamur segar, maka seharusnya setiap 1000 kg baglog akan menghasilkan produksi 300 kg jamur segar. Jika harga jual rata-rata jamur segar  Rp.8.000/kg maka secara teori para grower menerima pemasukan sekitar Rp. 2.400.000.
           
            Jika harga beli baglog rata-rata Rp. 1.200/kg maka investasi pengadaan per ton baglog sebelum ditambah ongkos kirim, pemeliharaan dan lain-lain sebesar Rp. 1.200.000. Dengan demikian taksiran penerimaan kotor para grower per ton baglog/ 2-3 bulan sebesar Rp. 1.200.000.

            Akan tetapi kenyataannya banyak grower khususnya yang baglognya tidak memproduksi sendiri mengeluhkan bahwa hasilnya tidak sesuai. Salah satu kemungkinan gagalnya pencapaian target tersebut yaitu Baglog tidak berbuah seluruhnya (100%).

            Penyemprotan (penyiraman) OLA yang benar dan teratur telah terbukti mampu mengoptimalkan produktifitas baglog hingga berbuah 100 %.

 OLA tingkatkan pendapatan per bulan.
Jika rata-rata produktifitas baglog per kg menghasilkan  300 g jamur segar, maka seharusnya setiap 1000 kg baglog akan menghasilkan produksi 300 kg jamur segar. Jika harga jual rata-rata jamur segar  Rp.8.000/kg maka secara teori para grower menerima pemasukan sekitar Rp. 2.400.000.
           
            Jika harga beli baglog rata-rata Rp. 1.200/kg maka investasi pengadaan per ton baglog sebelum ditambah ongkos kirim, pemeliharaan dan lain-lain sebesar Rp. 1.200.000. Dengan demikian taksiran penerimaan kotor para grower per ton baglog/ 2-3 bulan sebesar Rp. 1.200.000.

            Penerimaan perbulan tentu akan berbeda jika buah pertama, kedua, dan ketiga dapat berlangsung lebih cepat. Meskipun penerimaan per ton baglog tidak berubah, namun dengan masa produksi yang lebih singkat sebenarnya penghasilan grower telah meningkat pada setiap bulannya.
           Penyemprotan (penyiraman) OLA yang benar dan teratur telah terbukti mampu meningkatkan akselerasi keluarnya tubuh buah kedua dan ketiga dengan kualitas tidak berbeda jauh dengan buah pertama.

OLA sebagai substitusi dedak
Sebenarnya banyak yang mengatakan dedak itu hanyalah akselerator. Jadi fungsinya hanya untuk mempercepat perkembangan miselium saat inkubasi, atau tidak secara significant meningkatkan produksi.
Beberapa hasil pengamatan penggunaan dedak 10%, 15%, atau 20% tidak berbeda nyata pada produksi rata-rata per baglog. Bahkan yang lebih parah seringkali bobot baglog 1,2 kg, 1,5 kg, dan 1,8 kg hasil jamurnya mirip-mirip saja.
             Pada sisi lain persaingan pengguna dedak mendorong harga bahan baku ini terus meningkat. Biaya produksi baglog semakin tinggi, berimbas langsung pada berkurangnya pendapatan para grower.

            OLA mampu mendukung perkembangan miselium secara normal meskipun hanya menggunakan dedak 5 % pada campuran media. Bagi yang biasa menggunakan 20 % dedak. tentu  akan menghemat 75 %. Bagi yang biasa menggunakan 10% dedak tentu akan menghemat 50 %.
Ujicoba OLA pada baglog 1,2 kg tanpa dedak mampu hasilkan buah pertama 120-130 g

OLA yang sangat terjangkau dan ekonomis
Jika harga tertinggi OLA hingga ke tangan para grower Rp. 25.000/liter (bisa jadi lebih murah dari Rp. 25.000) atau Rp. 2.500/sachet, maka nilai penggunaan OLA  per baglog dapat dihitung sebagai berikut.

1. Dosis penggunaan OLA untuk campuran air pada media : 1 sachet per 30 liter air.
     Berdasarkan perhitungan kadar air baglog 60% - 70 %, maka tiap kg baglog mengandung air rata-rata 50% atau sekitar ½  liter (500 g), karena setiap bahan kering media rata-rata mengandung air 12 % - 20 %. Jadi setiap 30 liter air formula OLA dapat digunakan untuk membuat baglog sebanyak 60 kg atau biaya penambahan OLA sebesar Rp. 2.500 : 60 kg = Rp.41,-/kg baglog.

2. Dosis penggunaan OLA untuk penyiraman/penyemprotan harian : 1 sachet per tangki (14-17 liter air)
     Setiap tangki formula OLA cukup untuk menyiram minimal 1000 baglog. Bagi baglog yang telah dibuka (baik sebelum berbuah maupun setelah berbuah pertama) jika setiap hari disiram dengan formula OLA (penyiraman pagi/awal saja), maka biayanya hanya Rp. 2.500 : 1000 = Rp. 2,5,- /baglog/hari.


Apapun alasannya, JANGAN PERCAYA kepada tulisan saya atau kata siapapun tentang OLA, cukup 5 sachet OLA atau 500 ml untuk 5 hari (semprot setiap hari) pada 2.500 - 5.000 Baglog dengan nilai hanya maksimum Rp. 12,500 cukup untuk grower yang mau mencoba untuk mengambil kesimpulan tentang OLA dalam waktu 14 hari. SAMPAI JUMPA pada ulasan berikutnya.
 

MOHON MAAF kepada YTH. seluruh pengguna OLA dan yang berminat menggunakan OLA....mulai bulan Januari 2013 dengan berat hati OLA kami naikan harganya untuk wilayah Jabar, DKI, dan Banten menjadi Rp. 25.000 - Rp. 30.000.
Untuk wilayah Jateng dan Jatim diatas Rp. 30.000 sesuai penambahan ongkos kirim.
Untuk wilayah Bali dan NTB... antara Rp. 50.000 - Rp. 60.000...
Demikian pemberiyahuan ini....mohon maklum dan terima kasih untuk tetap setia menggunakan OLA produk kami....(Kang Pipin/PATIH).



     Kunjungan Lapang Mahasiswa AL-GHIFARI Bandung ke Kumbung
     PATIH MUSHROOM.






2 komentar:

  1. Selamat siang, kang PIPIN. Saya, kakek 71 tahun, seorang pembelajar jamur. Ingin menggunakan OLA pada budidaya jamur tiram putih yang saya usahakan secara kecil-kecilan.

    Mohon penjelasan: berapa harga persatuan produk, berapa minimal pembelian dan ongkos kirimnya dan ke alamat mana saya harus mengirim/transfer uang pembelian. Terimakasih untuk perhatiannya. Herman,
    Perumahan Permata Kahuripan Permai Blok E no.7, Karangnanas Sokaraja, Jawa Tengah

    BalasHapus
  2. selamat pagi ...kang pipin boleh minta contact person untuk pembelian OLA ?

    BalasHapus